Home » POLITIK » Anggaran BBK Diisukan Dipindahkan, FMTB Demo Bahrum
Front Masyarakat Toraja Bersatu (FMTB) melakukan aksi unjuk rasa di kantor bupati Tana Toraja, Selasa siang tadi.

Anggaran BBK Diisukan Dipindahkan, FMTB Demo Bahrum

KAREBA TORAYA — Sekelompok pemuda yang bersatu dalam wadah Front Masyarakat Toraja Bersatu (FMTB) melakukan aksi unjuk rasa di kantor bupati Tana Toraja, saat anggota Komisi V DPR RI, Bahrum Daido, melakukan reses,” Selasa siang, 9 Agustus.

Dalam pernyataan sikapnya, para pemuda ini menyebut pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) di Kecamatan Mengkendek merupakan langkah luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Tana Toraja. Namun dalam perjalanannya, ada isu beredar bahwa pembangunan bandara ini akan dihentikan dan anggarannya dipindahkan ke Bandara Bua, Luwu.

Jika saja isu ini benar, FMTB menuding bahwa hal ini merupakan taktik dan strategi yang dilakukan segelintir orang yang tidak peduli terhadap Toraja. Versi FMTB, masyarakat sudah dengan rela menyerahkan tanahnya untuk ditempati bandara, tetapi pemerintah pusat dengan entengnya mau memindahkan pembangunan ini.

“Ini sebuah penghinaan besar terhadap masyarakat Toraja,” tegas Korlap aksi, Suwandi.

Selain tanah, masyarakat yang ada di sekitar lokasi bandara juga dengan rela memindahkan 47 mayat yang berada dalam tujuh liang (kuburan batu), hanya semata-mata untuk mendukung pembangunan bandara.

“Kalau pembangunan Bandara Buntu Kunik dibatalkan, pemerintah pusat dan DPR RI harus bertanggung jawab terhadap pemindahan mayat dan kuburan ini, yang tidak bisa dinilai dengan materi,” tandasnya.

Kepada Bahrum Daido, anggota Komisi V DPR RI, yang salah satu mitra kerjanya adalah Departemen Perhubungan, FMTB menuntut empat hal. Pertama, Bandara Buntu Kunik sudah harga mati, harus jadi! Kedua, liang kuburan yang sudah dipindahkan merupakan wujud kepedulian dan dukungan masyarakat Toraja terhadap pembangunan bandara. Ketiga, Kementerian Perhubungan dan Komisi V DPR RI harus bertanggung jawab terhadap penuntasan pembangunan Bandara Buntu Kunik. Terakhir, kepada Presiden Joko Widodo diminta untuk tidak menutup mata atas persoalan pembangunan ini.

Menjawab tuntutan para pengunjuk rasa, Bahrum yang merupakan mantan Bupati Luwu ini, meluruskan isu yang beredar. Menurut dia, isu pemindahan ini sama sekali tidak benar.

Politisi Partai Demokrat ini, juga menegaskan bahwa dirinya akan berjuang keras untuk kelanjutan pembangunan Bandara Buntu Kunik. “Berdosa saya kalau tidak perjuangkan bandara ini,” katanya. (athur/herson)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*